Monday, April 25, 2016

WISATA KESEHATAN JAMU (WKJ) KALIBAKUNG, KABUPATEN TEGAL

Jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang dipakai sejak jaman dahulu dan sudah terbukti khasiatnya, tidak kalah dengan obat herbal impor yang selama ini membanjiri pasar Indonesia karena era perdagangan bebas.
Potensi alam Indonesia pun amat besar dengan keanekaragaman etnobotani (tanaman obat) yang dimiliki. Jamu sendiri adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia yang belakangan populer dengan sebutan herbal. Melalui pengelolaan dan langkah yang tepat, jamu yang dapat dikembangkan nilai kekayaannya mampu mendorong pengembangan ekonomi rakyat yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sudah tentu ada keuntungan dari pemanfaatan jamu untuk kesehatan, meski ada berbagai upaya dengan begitu banyak penelitian tentang bahan jamu/ tumbuhan yang berefek mencegah atau menyembuhkan penyakit, dan berjalannya beberapa sentra penelitian yang meneliti  bahan jamu/ tanaman berkhasiat bagi kesehatan, tampaknya masih perlu didorong ke arah terwujudnya jamu yang dapat digunakan masyarakat secara luas untuk kesehatan.
Kabupaten Tegal telah memiliki potensi untuk mewujudkan pelayanan kesehatan tradisional dengan menggunakan jamu. Konsep yang mewacana yakni pelayanan kesehatan jamu yang terintegrasi dengan program pariwisata yang telah ada. Di Kabupaten Tegal yaitu "Obyek Wisata Kalibakung" Kab Tegal dengan ketinggian kurang lebih 650 m di atas permukaan laut dengan luas lahan sebanyak 3,2 Ha.
Dengan melihat potensi yang ada, Pemerintah Kabupaten Tegal ingin mewujudkan konsep pelayanan kesehatan jamu yang terintegrasi dengan program pariwisata, kesehatan, dan pendidikan melalui sebuah program yang diberi nama "Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Kalibakung Kabupaten Tegal".
Kondisi Saat Ini:
  1. Lokasi WKJ
    WKJ terletak di Desa Kalibakung, Kecamatan Balapulang dengan jarak dari Pusat pemerintahan Kabupaten Tegal (SLwi) kurang lebih 7 KM ke arah Guci.
  2. Terletak di Obyek Wisata  kolam renang, arena outbound serta bumi perkemahan kalibakung.
  3. gedung pelayanan klinik saintifikasi jamu dengan pelayanan
  4. Lahan seluas 3,2Ha.
  5. SDM yang telah tersedia dalam pelayanan WKJ terdiri dari dokter umum terlatih, apoteker, perawat, dan tenaga penyuluh/ pemandu wisata jamu yang professional.
  6. Etalase tanaman obat
    Telah dibuat etalase tanaman obat sejak tahun 2010. Jenis tanaman yang telah ditanam beraneka jenis tanaman obat, bekerjasama dengan B2P2TO-OT (Balai besar Pengembangan Penelitian Tanaman Obat dan Obat Tradisional) Tawangmangu.
  7. Jenis pelayanan
    Saat ini telah dibuka berbagai pelayanan sebagai berikut:
    a. Pelayanan klinik saintifikasi jamu
    - Pelayanan rawat jalan.
    - Tindakan umum.
    - Pelayanan laboratorium klinik.
    - Pelayanan griya jamu
    b. Wisata jamu
    Wisata jamu merupakan kegiatan wisata ilmiah yang dapat diikuti oleh pengunjung WKJ .
    c. Etalase dan lahan produksi tanaman obat.
    d. Klinik saintifikasi jamu.
    e. Griya jamu
    f. Kolam renang.
  8. WKJ merupakan upaya lintas sektor yang melayani: wisata, kesehatan, dan pendidikan
Rencana Pelayanan
  1. Mengembangkan tanaman produksi jamu. Mengembangkan penanaman tanaman jamu untuk memasok kebutuhan pelayanan baik WKJ maupun di sarana dan pelayanan tradisional dan komplementer di tempat lain (PUskesmas dan RS) baik dalam wilayah Kabupaten Tegal maupun daerah lain yang membutuhkan.
  2. Mengembangkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan bahan baku jamu:
    - Pelayanan spa
    - Pelayanan akupunktur
    - Pelayanan akupresur
    - Cafe jamu
  3. Pelayanan laboratorium WKJ
  4. Pengolahan pasca panen.
  5. Pusat penelitian jamu (saintifikasi kamu).
  6. Pembangunan RS Jamu (sebagai pusat pelayanan rujukan pengobatan tradisional dan komplementer).
  7. Kelembagaan WKJ menjadi UPTD atau lembaga khusus sesuai dengan perkembangannya.
Sumber ( http://wisatategal.com)
Share:

Rumah Dijual
Powered by Blogger.

ARSIP