PEMANDIAN AIR PANAS GUCI

Wisata alam di kaki gunung slamet, Bumijawa Kab. Tegal

WADUK CACABAN

Wisata yang menawarkan pemandangan alam, perbukitan yang menjadi benteng air, Pangkah - Kab. Tegal

PANTAI ALAM INDAH

Wisata alam, pengunjung dimanjakan dengan panorama laut yang indah. Kota Tegal

RANDUSANGA INDAH

Wisata Pantai dengan dilengkapi kuliner, Randusanga - Kab. Brebes

PANTAI WIDURI

Wisata Pantai dengan suasana teduh karena banyaknya pohon cemara yang rindang, Kab. Pemalang

Showing posts with label Wisata Kota Tegal. Show all posts
Showing posts with label Wisata Kota Tegal. Show all posts

Monday, April 25, 2016

KAMPUNG SENI PAI TEGAL

Kampung Seni PAI ini berlokasi di pesisir obyek wisata Pantai Alam Indah (PAI) di Kota Tegal. Tempat yang sangat cocok jika ingin mempelajari dan mengenal budaya Tegal.
Berlokasi di pesisir pantai membuat suasana menjadi sejuk dengan hembusan angin yang cukup kencang ditambah dengan rimbunnya pepohonan yang mengintari tempat ini. Dengan berdindingkan bambu dan beratapkan rumbia dan seng membuat suasana tempat ini menjadi nyaman untuk disinggahi.
Tidak hanya galeri lukisan saja yang bisa kita lihat, namun di sana juga ada beberapa alat music yang biasa digunakan untuk latihan seniman Tegal, kliping-kliping, buku, novel, dan dokumentasi mengenai kebudayaan Tegal, dan benda seni lainnya.
Tempat yang didirikan sekitar tahun 2009 ini hingga sekarang masih terus aktif digunakan sebagai tempat berkumpulnya pentolan seniman Tegalan, seminar, bincang kebudayaan, launching buku, sanggar latihan tari tradisional, perlombaan, dan masih banyak lagi aktifitas positif lainnya. Dan yang lebih membanggakan lagi, aktifis yang aktif bergerak tidak hanya orang tua, namun juga generasi muda yang peduli akan budaya Tegal.
Tempat ini terbuka bagi siapa saja dan tentunya tidak dipungut bayaran alias gratis. Namun disarankan jika ingin datang ke tempat ini datanglah agak siang sekitar pukul 10:00 ke atas agar kita bisa bertanya-tanya langsung dengan pengelolanya.
Sebagai informasi, saat ini Pembina Kampung Seni PAI dipegang oleh Pak Nurngudiono, seorang guru yang mendirikan grup  KMSWT (Kelompok Musik Sastra Warung Tegal) pada tahun 1996 yang masih aktif hingga sekarang. Baca juga http://kampungsenitegal.blogspot.com/
sumber (http://wisatategal.com)
Share:

Tuesday, February 16, 2016

RITA PARK TEGAL

sumber : foto http://www.azwisata.com
Rita Park merupakan salah satu wahana bermain yang terkenal di Tegal. Rita Park membeikan pengalaman bermain yang mengesankan. Wahana ini tidak hanya terkenal di Tegal saja, tetapi juga di Jawa Tengah. Ada banyak sekali wahana disini seperti Bom – bom Car, Cinema 5D, Circus Travel, Flying Tiger, Frog Jump, Kiddie Ride dll. Masyarakat Jawa Tengah menjulukinya seabgai Dufan nya Jawa Tengah. Selain dapat menikmati wisata bermain dilokasi tersebut anda bisa berbelanja kebutuhan rumah tangga, disitu masih satu lingkungan dengan Rita Super Mall.
Bagaimana anda tertarik untuk bermain disini? Adapun lokasi Rita Park ada di kompleks Rita Supermall Jl. Kol. Sugiono No.155, Tegal.
Share:

Wednesday, February 3, 2016

MONUMEN BAHARI

Sejarah TNI-AL dimulai pada tanggal 10 September 1945, ketika pemerintah mendirikan Badan Keamanan Rakyat (BKR Laut). BKR Laut ini dipelopori oleh pelaut-pelaut yang pernah bertugas di jajaran Koninklijke Marine (AL Belanda) dan Kaigun di masa penjajahan Jepang.
Di Tegal setelah Proklamasi Kemerdekaan, tanggal 27 September 1945, dikalangan pemuda membentuk organisasi non pemerintah antara lain Barisan Pelopor, AMRI, Persindo, dan BKR (Badan Keamanan Rakyat) yang kemudian menjelma menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Tiga hari berikutnya lahir BKR Laut. BKR Laut Tegal yang dibentuk 39 September 1945 dipimpin oleh Yakub Mangunkusumo.
Di Pangkalan IV Angkatan Laut Tegal muncul gagasan perlu adanya Korps Marinir selain cikal bakal Korps Marinir pada bulan Maret 1946 di Tegal didirikan Sekola Angkatan Laut (SAL). SAL didirikan atas perintah Markas Besar ALRI di Yogyakarta yang saat itu dipimpin Laksamana III Maspardi selaku Kepala Staf Umum ALRI. Dipilihnya Tegal sebagai tempat pendidikan Angkatan laut karena di Tegal sudah memiliki Sekolah Pelayaran. Selain itu kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya masih menjadi ajang pertempuran.
 JALESVEVA JAYAMAHE
--- DI LAUTAN KITA JAYA---
Kegiatan SAL Tegal sempat terhenti ketika belanda melancarkan agresi pada bulan juni 1946. Para siswa tidak dapat belajar sepenuhnya karena harus ikut bertempur dan berjuang bersam rakyat melawan Belanda. Gedung sekolah terpaksa dibumihanguskan karena terus di intai pesawat udara Belanda. Salah seorang alumni SAL Tegal menjadi perwira tinggi adalah letjen Mar. Ali sadikin mantan gubernur DKI jakarta.
Asrama susteran pius pernah dipakai sebagai sekolah angkatan laut Republik Indonesia sejak tanggal 12 mei 1956 sampai 21 juli 1947 yang diresmikan Ir. Soekarno.
Prasasti yang menandai asrama susteran pius pernah dipakai sebagai tenpat penyelenggaraan sekolah angkatan laut dari tanggal 12 mei 1946 hingga 21 juli 1947
Bekas sekolah keandaian putri, sekarang sekolah menengah kejuruan (SMKN) 1 pernah menjadi salah satu lokasi sekolah angkatan laut Tegal.
Gedung Lanal (Pangkalan AL) dibangun tahun 1914 awalnya untuk National Hadels Bank NV, kemudian untuk Kantor Yola Gita Dwi. Pada tahun 1960 dipakai untuk Pangkalan Angkatan Laut Republik Indonbesia (ALRI) dan sekarang Lanal.
Monumen Kalibakung yang menandai bahwa ditempat ini pernah dipakai oleh Angkatan Laut Republik Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan Latihan Opsir Angkatan Laut yang dipimpin oleh Mayor Laut R.E. Martadinata.
Sejarah Angkatan Laut sangat erat kaitannya dengan Kota Tegal. Tegal, selain sebagai kota awal berdirinya Sekolah Angkatan Laut (SAL). Juga merupakan cikal bakal terbentuknya korps Marinir Angkatan Laut, 15 November 1945 dengan nama Korps Armada IV ALRI yang saat itu bermarkas di tegal. Tanggal 15 November 1945 selanjutnya dijadikan sebagai hari lahir Korps Marinir.
Balai Kota Lama awalnya merupakan Kantor Residen, dibangun tahun 1729-1898, pernah menjadi pangkalan IV ALRI tanggal 11 Oktober 1945 dan kantor Walikota (Balaikota) dan sekarang gedung DPRD.
Para pemuda tegal dari unsur kebaharian pada tanggal 30 september 1945 membentuk BKR laut. Pada era ini kita mengenal dengan nama-nama seperti Moh. Yakub Manguukusumo (bekas Danca Kaibadan Laut), Husnan, Haryoto, Tjarto, Ali Daeng Sau (untuk menyebut beberapa nama).
Masyarakat Tegal juga sangat akrab dengan nama-nama yang berbasis Angkatan Laut seperti Ali Sadikin, Bunsaman, Darwis Djamin, Agus Soebekti (di era TRK Laut) dan Martadinata yang merupakan penggagas perlunya pendidikan angkatan laut.
Di era pembangunan, masyarakat Kota Tegal juga tidak melupakan nama-nama berbasis Angkatan Laut yang banyak berkiprah memajukan Kota Tegal. Mereka bukan saja berkiprah di sekitar maritim, tetapi juga banyak sektor seperti Sarjoe, Aryoto dan Samsuri Mastur.
Berangkat dari sinilah masyarakat Kota Tegal atas prakarsa Walikota Tegal Bpk. Adi Winarso membuat catatan sejarah dalam bentuk monumen untuk mengenang perjalanan panjang Angkatan Laut di Tegal. Maka dibangunlah Monumen Bahari.
Monumen Bahari selain juga perwujudan penghargaan kepada para pendahulu kita yang telah meletakkan dasar sektor Kebaharian di Kota Tegal, juga sebagai upaya untuk membangun obyek wisata yang memiliki saya saing. Obyek wisata Pantai Alam Indah (PAI) satu-satunya obyek wisata alam yang dimiliki Kota Tegal perlu mendapatkan perhatian serius, salah satunya pembangunan MONUMEN BAHARI.
Kompleks Monumen Bahari pada lahan seluas 5000 meter persegi terdapat bangunan induk Museum Bahari, 1 unit Ranpur Tank PT76, 1 unit Pintam BRDM, 1 unit Jangkar, Meriam Darat Kaliber 85 mm, 1 unit Torpedo, 2 unit Ranjau Tanduk, 5 unit Bouyance, Pesawat Nomad 22, 2 unit Mounting Seacat dan perlengkapan perang lainnya. Untuk kedepannya, Monumen Bahari diharapkan menjadi wisata edukatif yang tidak dimiliki daerah lain.

Share:

Obyek Wisata Pantai Alam Indah (PAI)

Kira – kira pada tahun 1971 Bapak Herman P. mempunyai ide ingin memanfaatkan pantai Tegal yang pada saat itu tidak terawat dan kotor, yang mana apabila dipelihara, ditata dan dirawat dengan baik akan menjadi pantai yang indah, yang berpotensi untuk tempat rekreasi warga Kodya Tegal dan sekitarnya.
Dengan bermodal ide yang ada dalam dirinya, Bapak Herman yang pada saat itu menjabat BPH pada Pemda Kodya Tegal menghubungi beberapa orang yang dipandang bisa untuk diajak bekerjasama menciptakan ide yang baik ini antara lain: Bapak AY. Sudibyo mempunyai Rumah Makan Samudra dan berdomisili di pantai, kepala pelabuhan cabang Tegal, Bapak Sugito, yang minta bantuannya untuk menambah permodalan. Ibu Sarjdoe dari tokoh wanita di Kodya Tegal, setelah pembicaraan dan perencanaan bapak – bapak dan ibu tersebut sudah dianggap matang, kemudian menghadap Bapak Walikotamadya Daerah Tingkat II Tegal untuk mendapat persetujuan atas ide yang dimaksud.

Setelah mendapat persetujuan dari Bapak Walikotamadya, maka untuk memproses lebih lanjut agar tempat rekreasi pantai cepat terwujud, dibentuk badan hukum yang ditunjuk adalah CV. ALAM INDAH tepatnya pada tahun 1972.
Dengan terbentuknya akte pendirian CV. ALAM INDAH maka selanjutnya tempat rekreasi ini disebut Pantai Alam Indah ( PAI ).
Duduk dalam kepengurusan PAI adalah :
  1. Bapak Herman P. sebagai direktur umum.
  2. Ibu Sardjoe sebagai direktur I.
  3. Bapak Sugito sebagai direktur II.
  4. Bapak Sudibyo sebagai direktur III.
  5. Bapak Sudiyo sebagai bendaharawan.
  6. Bapak Sutomo sebagai sekretaris.
Kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah :
  1. Membuat gapura / pintu masuk lengkap dengan loket – loketnya.
  2. Membuat panggung terbuka disebelah barat..
  3. Mengadakan kebersihan tempat dari semak – semak dan kotoran – kotoran.
Luas PAI pertama adalah 4 Ha, kemudian seiring dengan adanya penambahan sarana, luas PAI bertambah 3 Ha menjadi 7 Ha.
Keberadaan PAI makin lama makin berkembang. Oleh karena itu pada tanggal 4 September 1978 Obyek Wisata PAI diresmikan oleh Walikotamadya Daerah Tingkat II Tegal, Bapak Sardjoe. Selanjutnya dengan adanya rencana pengembangan Obyek Wisata Pantai Alam Indah Kota Tegal, Luas Wilayah ditambah 9 Ha. menjadi 21 Ha., dengan perincian; 5 Ha. Tanah Milik Pemerintah Daerah Kota Tegal, dan 16 Ha. Tanah PELINDO III.
Kondisi PAI saat ini sudah mulai berkembang dengan adanya warung-warung yang menjual makanan dan minuman, baik yang khas Kota Tegal maupun khas daerah pesisir.
Pada saat ini fasilitas sebagai obyek wisata cukup representatif dengan beberapa fasilitas antara lain:
  • Taman rekreasi multi fungsi
  • Anjungan,
  • Waterboom
  • Wisata tambak ikan bandeng
  • Monumen Bahari
  • Bumi Perkemahan
  • Gazebo,
  • Panggung hiburan,
  • Rumah makan ( warung ) dan kafe.
  • Masjid
  • Tempat mandi bilas dan WC
Rencana pengembangan PAI yang sudah disusun dalam Master Plan PAI antara lain terdiri dari :
  • Souvenir Shop + Gerbang.
  • Gedung Pengelola PAI.
  • Restaruant.
  • Ruko.
  • Kolam Renang
  • Restaurant Terbuka.
  • Zona Bermain Pasir.
  • Zona Bermain aktif.
  • Akomodasi.
  • Pondok Wisata.
Dan telah ditawarkan pada investor, namun belum mendapat respons yang positif.
Namun untuk fasilitas masih kurang memadai, sehingga pendapatan pun masih bisa digali lebih dalam lagi. Kendala utama pengembangan PAI sebagai obyek wisata adalah kurangnya dana yang diperoleh dari APBD Kota, APBD Propinsi Jawa Tengah maupun dari APBD, sehingga timbul kesan PAI kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah.
Pada tahun 2010 ini Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tegal, sebagai pengelola PAI telah merencanakan untuk menambah beberapa fasilitas yang didukung oleh APBD Kota Tegal, APBD Propinsi Jawa Tengah dan APBN Tahun Anggaran 2010, yaitu dengan membuat gedung pengelola OW.
Share:

Rumah Dijual
Powered by Blogger.

ARSIP